Sejarah Sekolah Kristen Kalam Kudus Surakarta

Sejarah Sekolah Kristen Kalam Kudus (SKKK) Surakarta berhubungan erat dengan Gereja Kristen Kalam Kudus (GKKK) Surakarta.16 tahun setelah berdirinya GKKK di Surakarta, tepatnya pada September 1973, Pdt. Markus Santosa dan isteri mempunyai sebuah gagasan untuk memulai pelayanan di dunia pendidikan nasional guna menunjang program pemerintah, yaitu turut mencerdaskan kehidupan bangsa. Gagasan ini kemudian dibicarakan dengan Majelis GKKK Surakarta dan mendapat tanggapan positif dari jemaat, masyarakat Kristen, maupun umum Surakarta. Sejak saat itu diadakan usaha dan persiapan untuk mewujudkannya.

 

Sekolah Kristen Kalam Kudus Surakarta dibuka pada tahun ajaran 1974 dan bertempat di Jl. Pasar Legi No. 96 (sekarang Jl. S. Parman 40) Surakarta. Diawali dengan 2 kelas TK dan 3 kelas SD (kelas I, II, dan III). Jumlah seluruh siswa TK dan SD 90 siswa, guru 7 orang, 1 tata usaha. Kepala TK Ibu Lily dan Kepala SD Ibu Mary Hartanti, BA. Badan pengurus Sekolah pada awalnya adalah Pdt. Markus Santosa sebagai Ketua, JT. Soebagio (Tsen Sik Liong) sebagai Sekretaris, Sayono (Sia Tung Giok) dan Andreas Sutanto (Tan lay Siang) sebagai bendahara, serta Ishak Djoenaidi (Tan le Djoen) sebagai pembantu umum.

 

Pada tahun ajaran 1975, murid bertambah banyak, dengan demikian membutuhkan ruang kelas baru, maka dibangun 4 ruang kelas baru. Sekolah mulai mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Departemen P dan K (sekarang Depdikud), tidak ketinggalan kegiatan intern ikut pula dikembangkan. Beberapa siswa TK dan SD berhasil menjadi juara dalam berbagai lomba di tingkat Kecamatan dan Kota.

 

Tahun ajaran 1976 Ibu Lily pindah ke Jawa Timur, maka Kepala TK dan SD dirangkap oleh Ibu ary Hartanti, BA. Tahun 1977, SD untuk pertama kali ujian kelas VI langsung melaksanakan ujian mandiri dan berhasil lulus 100%. Sehubung Pdt. Markus Santosa dan Isteri dipindahtugaskan ke Surabaya, sebagai gantinya Pdt. Enoch Tjoenda B.Th. dan Isteri ditugaskan di GKKK Surakarta, sekaligus menjabat sebagai Ketua Badan Pengurus SKKK Surakarta.

 

Setelah berjalan empat tahun, dibutuhkan penambahan ruang kelas baru dan perbaikan beberapa ruang kelas menjadi layak. Mulai tahun 1979 pengurus sekolah, kepala sekolah, dan anggota jemaat GKKK Surakarta mengusahajan pengumpulan dan untuk perluasan/penambahan gedung baru. Tahun ajaran 1980, Kepala Sekolah TK-SD Ibu Mary Hartanti, BA melanjutkan Studi di Amerika Serikat, Sdr. Jimmy Singal ditugaskan menggantikan jabatan ini. Dengan berdoa dan berupaya keras serta bantuan dari berbagai pihak, tahun 1981 Pengurus Sekolah berhasil membeli sebidang tanah di Jl. Pasar Legi no 98 (sekarang Jl. S. Parman 42) Surakarta. Lokasi ini digunakan khusus TK mulai Desember 1982. Tersedia 5 ruang kelas, 1 ruang pertemuan, ruang UKS, gudang, taman lalu lintas, kolam renang dan berbagai sarana belajar lainnya.

 

Tahun ajaran 1982, tepat di usia 8 tahun, jumlah murid menjadi 300 orang, guru/karyawan 16 orang, dan 1 keluarga penjaga sekolah. Tahun 1985, Ibu Donna Wiwik Martini, BA., Sm.Th., bergabung dan menjabat sebagai Kepala TK serta Wakil Kepala SD. Dengan bimbingan Ibu Donna, perpustakaan SD berhasil juara I lomba erpustakaan tingkat SD se-Kodya Surakarta pada tahun 1987. Tahun 1986 gedung SD di Jl. Pasar Legi No 96 dibangun berlantai 3 dengan 21 ruang kelas dan 1 aula yang berkapasitas 400 orang. Gedung baru diresmikan oleh Bp. R. Hartomo, Wali Kota Madya Surakarta pada tanggal 27 Februari 1988.

 

Tahun ajaran 1989/1990, jenjang SMP dibuka. Diawali kelas I dengan 31 siswa menempati ruang kelas di gedug SD. Tahun ajaran 1991/1992, Ebtanas pertama menggabung di SMP Negeri 4 Surakarta dan berhasil lulus 100%, serta menduduki peringkat ke 8 dari 102 SMP se-Surakarta. Ebtanas kedua, tahun 1992/1993 diijinkan melaksanakan ujuan mandiri, karena akreditasi pertama memperoleh status DISAMAKAN. Ebtanas Kedua lulus 100% dan menduduki peringkat 7 se-Surakarta.

 

Pada tahun 1992, Ibu Dra. Febe Kristiningsih bergabung dan menjabat sebagai Kepala SD dan wakil Kepala SMP. Tahun 1993, Badan Pengurus Sekolah membeli sebidang tanah di daerah Kepatihan, Surakarta. Tanah ini direncanakan untuk pengembangan gedung SMP dan pembukaan SMA. Pada tahun 1995 jumlah siswa SMP semakin meningkat menjadi 211 siswa dan pada 1 April 1995 Dra. Riana Kusbianto ditetapkan sebagai Kepala SMP menggantikan Bapak Jimmy Singal.

 

Tahun ajaran 1997/1998 SMA diresmikan dengan Kepala Sekolah Bapak Jimmy Singal, BRE. Jumlah siswa 50 siswa, guru dan karyawan 19 orang. Pada tahun ajaran 1997/1998, Kepala SD, Dra. Febe Kristiningsih digantikan Sdr. Wiwoho, S.Pd karena melanjutkan study di Bandung.

 

Tahun 1999 Bapak Jimmy Singal, BRE ditugaskan di Sinode GKKK dan Yayasan Kalam Kudus Pusat, sehingga Sdr. Yohanes Agus Susanto, B.Sc diangkat sebagai Kepala SMA. Menyadari pentingnya pembinaan kerohanian siswa, guru, dan karyawan, maka Ibu Indri Teknowijoyo, M.A. ditugaskan sebagai Kepala Kerohanian.

 

Pada tahun 1999 Badan Pengurus membeli tanah di Jl. AM. Sangaji 24, Gajahan, Surakarta untuk didirikan gedung SMP. Pada tanggal 20 Oktober 2000 gedung SMP diresmikan oleh Bapak Slamet Suryanto, Walikota Surakarta. Tahun ajaran 2000/2001 SMP boyongan dari kompleks SD ke lokasi dan gedung baru.

 

Pada tanggal 24 November 2007, SMP membuka kelas International Program yang menggunakan kurikulum Camridge yang diawali kelas IGCSE-1 dengan 16 siswa. Peresmian Internatiional Program oleh walikota Surakarta Bapak Ir. Joko Widodo (sekarang Presiden RI). Mulai saat itu SKKK menjadi salah satu sentral Cambridge di Indonesia. 

 

Pada tanggal 19 Mei 2010 YKKI cabang Surakarta membeli tanah di Jl. Adi Sucipto 11 Manahan, Surakarta. Peletakan batu pertama dilaksanakan pad atanggal 10 September 2012 dan peresmian gedung pada tanggal 30 Oktober 2013 oleh Walikota Surakarta Bapak F.X. Hadi Rudyatmo. Gedung SD lama di Jl S. Parman 40 direnovasi dan digunakan untuk KB dan TK. Kelompok Bermain (KB) menempati lantai 1, TK menempati lantai 2, dan lantai 3 digunakan untuk aula, ruang ekstrakulikuler, dan kesiatan lain.

 

Pada tahun 2014, SKKK menambah divisi Psikologi dan Konseling dan membuka Program Khusus Terapi Anak Autis dan Hiperaktif. Pada tahun 2016, SKKK menambah divisi Teknologi & Informasi dan membuka program Daycare. Tahun 2017 Sekolah Kristen Kalam Kudus Surakarta membuka program baru, yaitu Shine Kid Gym. SKKK  Surakarta membuka Shine Kid Gym dengan tujuan untuk melatih motorik kasar anak untuk tumbuh kembang yang lebih maksimal serta membangun karakter tangguh anak. Shine Kid Gym Kalam Kudus Surakarta dibuka mulai Agustus 2017.